Teknologi Pembuatan Benang dan Pembuatan Kain
Senin, 03 Juni 2013
Penyimpanan Bal Kapas di Ruangan Mixing
Bal-bal kapas yang
telah dibuka itu, tidak segera diolah diblowing, tetapi disimpan lebih dulu di
ruangan mixing selama satu malam. Maksud dari penyimpanan ini dapat dijelaskan
sebagai berikut : Kelancaran proses pembukaan dan pembersihan di mesinmesin
blowing sangat dipengaruhi oleh kondisi atau sifat-sifat seratnya antara lain
ialah kepadatan dan kandungan air. Kapas yang baru saja dibuka masih dalam
kondisi yang padat sekali sehingga sukar untuk dibuka dan dibersihkan apabila
kapas tersebut langsung disuapkan ke mesin blowing. Disamping itu kandungan
airnya mungkin tidak sesuai dengan standar yang ditentukan. Untuk mengatasi
kesulitankesulitan tersebut diatas, maka setelah bal kapas dibuka, pembalut dan
pembungkusnya kemudian disimpan dan dibiarkan mengembang dengan sendirinya
selama satu malam. Serat kapas yang kering akan kehilangan sebagian dari
kekuatannya, sehingga kalau diolah dalam keadaan demikian, serat-serat yang
panjang akan mudah putus didalam mesin. Hal ini tidak akan kelihatan dengan
mata, tetapi akan terbukti dari hasil pengujian, bahwa Persentase serat pendek
bertambah tinggi, sehingga kekuatan benang menjadi berkurang. Sebaliknya jika
penyimpanan ini terlalu lama, yang akan mengakibatkan kurang baik, karena
seringkali terjadi bagian atas dari bal-bal kapas itu menjadi terlalu lembab.
Kalau lantai ruangan mixing juga tidak kering, maka bagian bawah juga akan
menjadi terlalu lembab. Kapas yang terlalu lembab dapat menimbulkan
kesukaran-kesukaran dalam pengolahannya di mesin-mesin. Oleh karena itu ruangan
mixing harus mempunyai kondisi tertentu dan pergantian udara harus dapat
berlangsung dengan bebas.
Blending
Blending ialah
pencampuran antara dua jenis serat atau lebih yang sifat-sifat dan atau harganya
berbeda, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil benang dengan mutu dan harga yang
diinginkan.
Misalnya kita akan membuat benang campuran antara serat polyester dan serat kapas dengan perbandingan 65 % Polyester dan 35 % kapas, maka sebelum proses dikerjakan kita sudah dapat meramalkan benang campuran yang akan dihasilkan diharapkan akan mempunyai sifat-sifat antara lain :
- lebih kuat
- lebih rata
- tahan kusut dan lain-lain
Misalnya kita akan membuat benang campuran antara serat polyester dan serat kapas dengan perbandingan 65 % Polyester dan 35 % kapas, maka sebelum proses dikerjakan kita sudah dapat meramalkan benang campuran yang akan dihasilkan diharapkan akan mempunyai sifat-sifat antara lain :
- lebih kuat
- lebih rata
- tahan kusut dan lain-lain
Mixing pada Pemintalan
Tujuan dari mixing
di pemintalan ialah untuk mengurangi ketidakrataan hasil benangnya. Mixing
biasanya dilakukan terhadap serat-serat yang sejenis. Biasanya kapas yang
datang, walaupun spesifikasi telah ditetapkan dalam pemintalan, namun dalam
kenyataannya sukar dipenuhi, mungkin disebabkan jumlah persediaan sangat
terbatas. Adakalanya walaupun grade dan panjang staple sama dalam
spesifikasinya, namun karena berasal dari berbagai daerah yang kondisinya tidak
sama, maka dimungkinkan adanya perbedaan sifat antar kapas. Agar supaya hasil
produksi benang yang berasal dari kapas-kapas tersebut dapat dijamin
kesamaannya, maka perlu dilakukan mixing. Mixing dapat dilakukan dengan berbagai
macam cara, antara lain :
- Pencampuran di lantai (floor mixing).
- Pencampuran dalam ruangan (bin mixing).
- Pencampuran selama penyuapan.
- Pencampuran di lantai (floor mixing).
- Pencampuran dalam ruangan (bin mixing).
- Pencampuran selama penyuapan.
Bahan Baku
1 Pengertian Serat
Serat adalah suatu benda yang berbanding panjang diameternya sangat besar sekali. Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang dan pembuatan kain, serat memegang peranan penting, sebab :
- Sifat-sifat serat akan mempengaruhi sifat-sifat benang atau kain yang dihasilkan.
- Sifat-sifat serat akan mempengaruhi cara pengolahan benang atau kain baik pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.
2 Sejarah Perkembangan Serat
Serat dikenal orang sejak ribuan tahun sebelum Masehi seperti pada tahun 2.640 SM negara Cina sudah menghasilkan serat sutera dan tahun 1.540 SM telah berdiri industri kapas di India, serat flax pertama digunakan di Swiss pada tahun 10.000 SM dan serat wol mulai digunakan orang di Mesopotamia pada tahun 3000 SM. Selama ribuan tahun serat flax, wol, sutera dan kapas melayani kebutuhan manusia paling banyak. Pada awal abad ke 20 mulai diperkenalkan serat buatan hingga sekarang bermacammacam jenis serat buatan diproduksi.
Langganan:
Entri (Atom)




